saya nggak ngerti apa yang sedang terjadi..
ketika saya dihadapkan dengan masalah didukung oleh sikapnya yg menjengkelkan, saya nggak bisa bersikap apa-apa dan ga bisa bilang apa-apa..
apa yang salah sama saya,saya juga nggak tau.
mungkin terlalu naif untuk tidak mengakui keberadaan masalah ini..
saya sudah berusaha semampu saya melakukan yang terbaik, biar gak di bilang ngeyel, berusaha mengikuti semua yg dia mau, mengikuti kemarahannya,mengikuti sikapnya yang seperti itu..
terkadang dia menyadari pada waktu yg sudah cukup terlambat..
dia yang dulu berbeda 180°dari dia yg aku temui pertama kali.
memang namanya hidup,nggak bisa selamanya mulus,nggak seperti yg diharapkan,nggak sesuai sama yg diekspektasikan..
saya merasa sudah cukup sabar untuk menghadapi ini, atau mungkin karna saya yg tidak terbiasa sabar,titik inilah yang menjadi batas saya.
mungkin juga saya terlalu bodoh untuk memikirkan hal yg sepertinya tidak perlu saya fikirkan.
apa saya terlalu cengeng?iya karena saya menggunakan hati,mestinya tdk begini..
terimakasih karena sewaktu saya dimasa sulit,dia selalu ada untuk membantu saya, dan akan terus saya ingat..
saya selalu teringat bahwa saya semestinya membalas semua kebaikan yg dia lakukan dengan melakukan yg terbaik semampu saya, tapi mungkin saya masih "kurang" dalam membalas setiap kebaikannya, mungkin saya masih "belum" melakukan yang terbaik menurutnya, mungkin saya belum ada apa-apanya dibandingkan dengan semua yang dia lakukan terhadap saya dan keluarga saya..
sangat sulit untuk saya mengucapkan terimakasih dengan mulut,hanya bisa dengan perilaku yg masih belum sempurna.
apa mungkin dia yg kurang bersyukur memiliki saya yg hanya sebatas ini, atau kesalahan saya yang masih tidak mampu membuatnya bersyukur?
•••
Sabtu, 28 Mei 2016
RIP 3
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar